Batik Majapahit

Batik Mojokerto memiliki 6 motif yang telah dipatenkan, yaitu pring sedapur, mrico bolong, sisik gringsing, koro renteng, rawan inggek dan matahari. Selain keenam motif yang telah dipatenkan, Batik Mojokerto juga memiliki batik khas lainnya yang cukup terkenal yaitu Batik Kalangbret, ciri khas batik ini terletak pada motifnya yang hampir mirip dengan batik asal Yogyakarta, yaitu berwarna dasar putih dengan warna corak berwarna coklat dan biru tua.

Pengembangan desain Batik Mojokerto juga terus dilakukan untuk menambah beragamnya motif. Misalnya bunga krizan, motif burung, gambar Surya Majapahit (logo kerajaan Majapahit bergambar matahari), tempat duduk sembilan dewa pada saat bersemedi, tempat duduk dewa-dewi saat turun ke bumi, dan gambar buah mojo sendiri sebagai asal kata kerajaan Majapahit.

Motif Batik Mojokerto juga mengambil corak atau motif dari alam sekitar kehidupan manusia, seperti motif pring sedapur yang merupakan gambar rumpun bambu dengan daun-daun menjuntai, ada burung merak bertengger dengan warna dasar putih dan batang bambu warna biru dengan daun berwarna hitam dan biru.

Sentra pembatikan di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero, Sidomulyo, Prajurit Kulon dan Magersari. Proses pembuatan untuk satu lembar batik di Mojokerto dibutuhkan waktu lama, antara satu minggu hingga satu bulan, karena prosesnya masih tradisional yaitu dengan proses batik tulis. Namun saat ini juga dikembangkan batik cap dan batik printing.