Petirtaan Jolotundo

Google+
Candi Petirtaan Jolotundo terletak dilereng diutara Gunung Penanggungan, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas. Jarak dari kota Surabaya + 55 km, dapat dicapai dengan kendaraan pribadi roda 2 maupun roda 4. Petirtaan Jolotundo merupakan bangunan petirtaan yang dibuat pada zaman Prabu Airlangga ( Kerajaan Kauripan ). Berukuran panjang : 16,85 m, lebar : 13,52 m dan kedalaman : 5,20 m. terbuat dari batu andesit yang dipahat halus. Dua data sejarah yang sangat penting yang berhubungan dengan kepurbakalaan ini adalah angka 899 yang dipahatkan sebelah kanan dan tulisan Genpeng disebelah kiri dinding belakang. Candi ini merupakan monumen cinta kasih Raja Udayana untuk menyambut kelahiran anaknya, Prabu Airlangga, yang dibangun pada tahun 899 Saka. Sumber lain menyebutkan bahwa candi ini adalah tempat pertapaan Airlangga setelah mengundurkan diri dari singgasana dan diganti anaknya. Keunikan petirtaan ini adalah debit airnya yang tidak pernah berkurang meskipun musim kemarau. Berdasarkan penelitian, kualitas airnya sangat tinggi. Pada hari-hari tertentu dijadikan tempat ritual bagi sebagian orang untuk mencari keberkahan. Disekitar candi, disediakan pendopo, kazebo untuk menikmati suasana sejuk dan nyaman. Kawasan jolotundo juga dapat disepanjang jalur pendakian Gunung Penanggungan. Lebih kurang 1 km sebelum Candi Jolotundo terdapat Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup ( PPLH ) Seloliman.

Komentar