Museum Trowulan

Google+

Terletak di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, dapat dicapai menggunakan semua alat tranportasi melalui jalan raya Trowulan atau jalan kecamatan tepat diseberang kolam segaran.

Musium Trowulan didirikan oleh Kanjeng Adipati Ario Kromojoyo Adinegoro bersama Ir. Henry Maclaine Pont pada tahun 1942 dengan tujuan untuk menampung artefak hasil penelitian arkeologi disekitar Trowulan.

Saat ini, Musium Trowulan yang juga dikenal sebagai balai pelestarian cagar budaya (BPCB) memiliki koleksi berbagai temuan diwilayah jawa timur, untuk memudahkan pengunjung, benda-benda koleksi ini telah dilengkapi dengan keterangan singkat dalam dua bahasa, bahasa indonesia dan bahasa inggris.

Komentar