Haul Syeh Jumadil Kubro

Haul Syeh Jumadil Kubro adalah peringatan wafatnya Syeh Jumadil Kubro yang di laksanakan setiap tahun di areal situs kompleks makam Troloyo. Syeh Jumadil Kubro adalah penyebar agama islam di tanah jawa pada masa kerajaan Majapahit. Beliau adalah leluhur dan guru dari para Walisongo sesudahnya.

Mengingat begitu besarnya jasa beliau bagi perkembangan agama Islam di Tanah Jawa. Khususnya Jawa Timur, maka banyak kalangan umat Islam yang berkeinginan mendoakannya pada hari wafatnya. Hal ini di kenal sebagai Haul.

Dalam Haul Syeh Jumadil Kubro di gelar serangkaian kegiatan keagamaan dan budaya. Awal kegiatan haul dilakukan kirab haul syech jumadil kubro, diawali dengan Cucuk lampah, Kaluhuran, Pembawa Tombak, Pembawa Bendera, Barisan Walisongo, Pembawa Kendi 7, Pembawa Jajan Pasar, Tumpeng Songo, Panji Poncowarno, Panji Gulo Klapo, Prajurit, Santriwan – Santriwati. Kirab sendiri mempuyai arti perjalanan oleh karena itu penggambaran kirab merupakan perjalanan syech jumadil kubro dalam menyebarkan islam kala waktu majapahit dulu dan juga kebersamaan serta keragaman akan budaya yang dimiliki waktu kerajaan majapahit. Selain kirab haul jadwal lain ada seni hadrah yang diikuti ishari se Jawa timur, Khotmil dan semaaan Al Qur-an , Istighotsah, Pembacaan Tahlil serta pengajian umum.