Ruwat Agung Nuswantoro

Sejarah membuktikan bahwa Kerajaan Majapahit pada abad ke IV di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada telah mencapai puncak kejayaan dan jaman keemasan. Salah satu karya monumentalnya adalah disatukannya seluruh nusantara termasuk Semenanjung Malaka di bawah kekuasaan Majapahit.

Perjalanan sejarah Majapahit merupakan pelajaran yang amat berharga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pemahaman tentang kebesaran Kerajaan Majapahit akan menumbuhkan semangat juang, kepercayaan diri dan memperkokoh identitas bangsa yang besar di tengah peradaban dunia. Kerajaan Majapahit telah menjadi ikon sejarah kebesaran bangsa dan memiliki makna penting bagi Indonesia. Beberapa simbol kenegaraan mengadopsi dari Majapahit, diantaranya Bhineka Tunggal Ika, Sumpah Palapa, dll.

Kerajaan Majapahit dalam mempersatukan bangsa yang heterogen telah memperkaya budaya menjadi bangsa yang amat besar dan berwibawa di mata Negara lain. Perbedaan suku, adat istiadat dan agama justru menjadi kekayaan bangsa menciptakan Negara yang kokoh lahir dan batin dalam kehidupan bermasyarakat yang hidup sejahtera gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja, adil dan aman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk melestarikan dan mengembangkan kebesaran Kerajaan Majapahit agar berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Ruwat Agung Nuswantara Majapahit sebagai perwujudan tradisi budaya Majapahit melalui beberapa rangkaian kegiatan yang di antaranya adalah Festival Macapat Nusantara, Unduh-unduh Patirtaan, Ruwat Suketo Massal, Mangesti Suro dan Kirab Agung Nuswantara Majapahit. Bentuk kegiatan antara lain kirab barisan prajurit Majapahit yang mengawal raja Majapahit yang dikawal Mahapatih Gajah Mada dengan pasukan pembawa umbul-umbul pancawarna serta barisan kelompok kesenian daerah. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Suro bertepat di Pendopo Agung Trowulan Desa Trowulan Kec. Trowulan Kab. Mojokerto